Bimtek (Bimbingan Teknis) pengolahan kotoran kambing adalah program pelatihan untuk mengubah limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos organik yang bernilai ekonomi, seperti yang pernah diadakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo serta kelompok tani Sedyo Makmur, Kempong, Banjaroya, Kalibawang. Kegiatan ini bertujuan mengolah kotoran hewan ternak, terutama kambing, serasah dedaunan terutama daun durian serta mengurangi limbah pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas pupuk organik serta pendapatan petani. Tujuan lain dari kegiatan tersebut adalah terlaksananya program Pemerintah dengan melalui Dana Kaistimewaan kegiatan integrated farming ternak kambing dan durian sesuai dengan kegiatan yang pernah diterima di kelompok tani sedyo makmur yaitu pengembangan ternak kambing, pengembangan tanaman durian, serta tanaman cabai.

Materi dan Tahapan Pengolahan :
· Penyortiran Bahan: Memisahkan kotoran kambing dari ranting keras, atau sampah kimia yang tidah dapat diurai.
· Penambahan Dolomit/Gamping: Diberikan untuk menetralkan tingkat keasaman atau menurunkan pH kotoran kambing.
· Pemberian Bioaktivator: Dicampur larutan fermentasi seperti EM4 atau nitrobacter bersama molase (gula cair) dan air secukupnya.
· Proses Fermentasi: bahan tersebut ditumpuk bersusun, antara kotoran kambing, serasah dedaunan, kemudian disiram dengan larutan air, EM4, tetes tebu, terakhir ditutup rapat menggunakan terpal dan dibuka serta diaduk 3 – 5 hari sekali selama 14 hingga 30 hari.

· Penggilingan dan Pengemasan: Setelah matang, kompos dihaluskan kembali dengan mesin pencacah lalu dikemas dalam karung siap jual atau digunakan .
Manfaat lain dilihat dari dampak ekonomi diantaranya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan memberikan tambahan pemasukan bagi peternak lewat penjualan pupuk organik.